Pengorganisasian Surat Lamaran Kerja 1. Paragraf Pembuka Rangkuman Nama Sumber publikasi Pertanyaan Cuplikan berita 2. Paragraf Pertengahan Pendidikan Pengalaman kerja Sikap, minat, aktivitas, dan kualitas 3.
UTS Komunikasi Bisnis Kelas A kuis untuk University siswa. Temukan kuis lain seharga Other dan lainnya di Quizizz gratis!
Dinoy mengungkapkan, ketiga pilar ini sangat penting dalam perspektif bisnis dan konsumen. “Tanpa mengetahui dan memahami ketiga pilar tersebut, apapun yang kita sampaikan mungkin tidak akan menjangkau mereka atau audiens,” tegas Dinoy. Pilar pertama adalah audiens first. Dino menyebutkan bahwa, kita harus memahami audiensnya terlebih
Pengorganisasian Pesan-Pesan Bisnis. 1. Mengetahui alasan mengapa pesan-pesan tak terorganisasi dengan baik Setelah tahapan perencanaan pesan-pesan bisnis, langkah selanjutnya adalah pengorganisasian pesan-pesan bisnis. Pengorganisasian pesan-pesan bisnis yang baik akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi bisnis.
Mengorganisasi pesan-pesan secara baik adalah suatu keharusan dan menjadi tantangan bagi komunikator. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengorganisasi pesan-pesan yang baik sebagai berikut : 1. Subjek dan tujuan harus jelas. 2. Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan. 3. Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara
1. Strategi permintaan pesan-pesan rutin Yang dimaksuk dalam bahasan ini permintaan dari sebuah organisasi/perusahaan ke organisasi/perusahaan lainnya seperti : permintaan spesifikasi produk, price list, dll. 3. 4. 1. Mulailah dengan ide pokok, dgn mengemukakan secara tegas dan jelas, jangangan bertele-tele. 2.
Halyang perlu diperhatikan dalam mengorganisasi pesan-pesan yang baik sebagai berikut : 1. Subjek dan tujuan harus jelas. 2. Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan. 3. Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis. 4. Semua informasi yang penting harus sudah tercakup.
B. Tahapan Dalam Membuat Pesan Bisnis. 1.Perencanaan Pesan 2.Penyusunan Pesan 3.Revisi Pesan 1.Merencanakan Pesan a. Penentuan Tujuan Penentuan tujuan dari pesan berfungsi agar gagasan dan maksud dari sebuah pesan dapat tersampaikan. Ada 3 tujuan umum pesan bisnis,yaitu: 1 Memberikan informasi . 2 Membujuk atau persuasi. 3 Melakukan kerjasama.
Pesan bisnis khusus yang mengikuti pola langsung antara lain permintaan dan jawaban rutin, pesanan dan pemberitahuan, memo yang tidak rahasia, e-mail, laporan informasional,dan presentasi lisan
2. Membantu audiens menerima pesan Pengorganisasian pesan-pesan yang baik disamping membantu audiend dalam memahami maksud pesan, juga membantu audiens untuk dapat menerima isi pesan tersebut. 3. Menghemat waktu audiens Apabila suatu pesan tidak terorganisasi dengan baik, penyampaiannya akan menghabiskan waktu audiens.
vRpuZMn. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik verbal maupun non verbal. Tujuan dari suatu komunikasi yaitu untuk menyampaikan informasi, berbagi pengalaman, menumbuhkan rasa simpati, melakukan kerjasama, serta menumbuhkan motivasi. Adapun komponen dasar dalam suatu komunikasi antara lainKomunikatorKomunikanPesan atau esensi komunikasiInteraksiMedia komunikasiPemahaman bersama akan esensi dan tujuan komunikasiSedangkan perencanaan pesan bisnis adalah memilih atau menentukan ide, gagasan, menemukan fakta penting yang akan disampaikan pada pihak lain untuk mendukung pesan-pesan bisnis yang akan disampaikan. Tujuan penyampaian pesan bisnis ini adalah untuk menginformasikan pesan-pesan bisnis ke pihak lain agar sepakat dengan apa yang disampaikan sehingga terciptanya kolaborasi atau kerjasama antara pihak lain. Penyampaian pesan-pesan bisnis yang memberikan kesan baik dan positif pada penerima pesan maka akan berdampak positif pula pada organisasi bisnis yang menyampaikan pesan penyampaian pesan bisnis ini adalah audiens atau pihak yang menerima pesan. Agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh audiens maka harus melakukan analisis audiens. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam analisis audiens yaituMengembangkan profil audiensMengenali penerima primerMenetapkan jumlah dan komposisi audiensMengukur tingkat pemahaman audiensMembutuhkan informasi audiensMemuaskan kebutuhan emosional dan praktis audiens Analisis audiens ini dibutuhkan karena untuk mengetahui apa latar belakang dari audiens, bagaimana pengetahuan audiens tentang subjek yang disampaikan, apa yang menarik perhatian audiens, informasi apa yang dibutuhkan audiens,berapa umur, jenis kelamin dan pendidikan audiens, serta apa yang diharapkan oleh audiens. Jika hal tersebut tidak diperhatikan maka pesan yang disampaikan sulit bahkan tidak akan dipahami oleh audiens. Selain analisis audiens, dalam merencanakan pesan bisnis perlu memperhatikan penentuan ide/gagasan pesan bisnis yang ingin disampaikan. Penentuan ide pokok pesan yang baik harus jelas, memiliki maksud dan tujuan, serta memerlukan pengalaman dan kreativitas. Untuk pengorganisasian pesan yang baik adalah sebagai berikutsubjek dan tujuan jelas mencakup semua informasi yang pentingrelevansi informasi dengan subjek dan tujuanide-ide dikelompokan dan disajikan secara merencanakan pesan bisnis, ada media penyampaian pesan pesan bisnis yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis. Kedua media penyampaian pesan tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan pesan yang ingin komunikasi lisan, dapat digunakan apabiladiperlukan umpan balik secara langsung dari penerima, pesan relatif sederhana dan mudah dingerti, tidak memerlukan catatan permanen, danpenerima dapat dikumpulkan dengan mudah dan ekonomissaluran komunikasi tertulis, tepat digunakan apabila tidak diperlukan umpan balik secara langsung dari penerima, pesan terinci dan kompleks, memerlukan perencanaan yang seksama, memerlukan catatan permanen, penerima dalam jumlah banyak, penerima sulit dijangkau karena tersebar secara beberapa hal yang menyebabkan pesan-pesan tidak terorganisasi dengan baik antara lainpesan yang disampaikan bertele-teleinformasi yang penting terlupakanterdapat informasi yang tidak relevanide-ide disajikan secara tidak logisMaka dari itu agar pesan-pesan bisnis tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami oleh penerima, harus merencanakan pesan bisnis yang ingin disampaikan dengan memperhatikan kebutuhan audiens dan penentuan ide pokok/gagasan pesan dengan baik dan benar. Lihat Money Selengkapnya
1. Kenapa pesan bisnis perlu diorganisasikan dengan baik ? Pesan bisnisperlu diorganisasikan dengan baik agar pesan yang ingin disampaikan mudah dipahami. Selain itu, pesan yang diorganisasikan dengan baik akan memberikan beberapa manfaat, yaitu 1 membantu audiens memahami pesan, 2 membantu audiens menerima pesan, 3 menghemat waktu audiens, 4 menyederhanakan tugas komunikasi. Klik Disini Untuk Membaca Dalam Bentuk 2. Sebutkan ciri-ciri pesan yang tidak diorganisasikan dengan baik ! 1. Bagian awal terlalu panjang bertele-tele 2. Memasukkan hal-hal yang tidak relevan dan tidak logis. 3. Informasi penting terlupakan. 4. Pengelompokkan dan urutan pesan tidak menunjukkan satu kesatuan yang logis. 3. Jelaskan langkah-langkah pengorganisasian pesan yang baik ! 1. Menetapkan ide/gagasan pokok Setiap pesan bisnis memiliki satu ide/gagasan pokok. Ide/gagasan pokok merupakan inti atau tema sentral pesan. Ada tiga teknik menentukan ide pokok, yaitu brainstorming, minta petunjuk atasan dan mengulang kebiasaan. 2. Mengelompokkan ide/gagasan Dalam menyiapkan pesan yang panjang dan kompleks, pembuatan diagram skematis atau kerangka akan membantu membayangkan hubungan antara bagian-bagian pesan. 3. Memutuskan pola atau pendekatan urutan gagasan Terdapat 2 pola pendekatan yang dapat digunakan, yaitu a. Pendekatan deduktif atau langsung direct approach merupakan pola urutan penyajian ide dimana ide pokok ditempatkan dibagian awal, baru kemudian diikuti ide-ide pendukung atau argumentasi atau bukti-bukti. b. Pendekatan induktif atau tak langsung indirect approach pola pendekatan ini, argumentasi atau bukti pendukung disajikan di bagian awal diikuti ide pokok. 4. Sebutkan dan jelaskan dua pola atau pendekatan dalam menyusun urutan ide/gagasan ! Jawab a. Pendekatan deduktif atau langsung direct approach merupakan pola urutan penyajian ide dimana ide pokok ditempatkan dibagian awal, baru kemudian diikuti ide-ide pendukung atau argumentasi atau bukti-bukti. b. Pendekatan induktif atau tak langsung indirect approach pola pendekatan ini, argumentasi atau bukti pendukung disajikan di bagian awal diikuti ide pokok. 5. Jelaskan empat bentuk organisasi pesan berdasarkan reaksi audiens ! 1. Direct request Direct request atau permintaan langsung adalah pesan yang penyampainnya langsung pada poin yang dituju, dapat berbentuk surat dan memo. Permintaan langsung sebaiknya menggunakan pendekatan langsung. 2. Pesan rutin, good news atau goodwill Pesan rutin adalah pesan atau informasi yang disampaikan secara rutin yang merupakan bagian dari bisnis tetap. Goodnews atau goodwill adalah berita baik yang menimbulkan reaksi positif dari penerima. Pesan-pesanitu sebaiknya disusun dengan pendekatan langsung karena reaksi audiens netral atau positif. 3. Bad news Bad news adalah pesan-pesan yang tidak menyenangkan dan berpotensi menimbulkan kekecewaan. Pesan itu sebaiknya menggunakan pendekatan tak langsung. Inti pesan dengan bahasa halus dan tidak ditempatkan di bagian awal. 4. Pesan persuasif Pesan persuasif bertujuan membujuk dan penerima tertarik pada pesan tersebut. Ada kemungkinan penerima bereaksi negatif. Oleh karena itu, sebaiknya pesan disusun dengan pendekatan tak langsung. 6. Apa yang dimaksud dengan gaya dan nada pesan ? Gaya adalah cara menggunakan kata-kata untuk mencapai nada atau kesan secara keseluruhan. Gaya dapat diubah-ubah untuk menciptakan nada yang sesuai dengan peristiwa. Struktur kalimat dan kosakata yang dipergunakan disesuaikan dengan sifat pesan. Gaya dan nada yang sopan dan bersahabat memungkinkan jalur komunikasi tetap terbuka. 7. Jelaskan karakteristik komunikasi bisnis tertulis yang efektif menurut Quible ! 1. Courtesy sopan santun Nada sopan dan santun akan membuat penerima merasa dihargai dan dihormati. Penggunaan kata berkonotasi positif, gender neutral tidak membedakan jenis kelamin, dan maaf yang tulus akan meningkatkan citra komunikator. tepat/benar Tidak terdapat kesalahan dalam penulisan, format, tanda baca, penggunaan kata, ejaan dan tata bahasa. Penggunaan kata-kata dan istilah yang tidak familiar akan membingungkan para audiens. ringkas Menggunakan kata, kalimat, dan paragraf yang relevan secara ringkas. Tidak menggunakan kata-kata yang mubazir dan tidak mengulang kata-kata yang tidak perlu. Penggunaan kaliat aktif diutamakan karena lebih mantap, ringkas, dan secara umum lebih mudah dipahami. 4. Clarity atau Clearness jelas Kata-kata mudah dimengerti hanya dengan sekali baca dan tidak menimbulkan keraguan. Kalimat-kalimat tidak terlalu panjang dan bertalian secara logis coherence. 5. Concreteness tepat Tidak menimbulkan kesalahan interpretasi karena disajikan secara spesifik dan tidak biasa. 6. Completeness lengkap Memberikan informasi lengkap sesuai kebutuhan dan keinginan penerima. Informasi yang tidak lengkap bisa mengakibatkan kerugian misalnya gagalnya penjualan, rugi waktu, pengembalian barang, dan kehilangan pelanggan 8. Bagaimana cara meningkatkan kredibilitas sebagai komunikator ? Kredibilitas bisa ditentukan dari interaksi yang selama ini telah terjadi. Namun bila belum saling mengenal, informasi mengenai krebilitas komunikator bisa diperoleh dari pihak lain. Pemahaman terhadap situasi dan penggunaan kata yang menggambarkan rasa percaya diri dapat meningkatkan kredibilitas komunikator. 9. Sebutkan teknik umum yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan paragraf ! 1. Ilustrasi mengembangkan paragraf menggunakan ilustrasi atau contoh yang dapat memperjelas ide pokok. 2. Perbandingan atau kontras mengembangkan paragraf dengan menguraikan persamaan dan perbedaan. 3. Sebab akibat mengembangkan paragraf dengan teknik sebab akibat dan memusatkan uraian pada alasan mengenai sesuatu. 4. Klasifikasi mengembangkan paragraf dengan memecah ide umum menjadi beberapa kategori spesifik. 5. Masalah dan penyelesaian mengembangkan dengan menyajikan suatu masalah dan kemudian membahas penyelesaiannya. 10. Buatlah satu contoh paragraf pendek untuk setiap teknik pengembangan paragraf ! Menunjuk surat permintaan dan penawaran harga dengan nomor 056/UM/XII/2004 tanggal 30 April 2014, bersama ini kami informasikan harga dan spesifikasi komputer notebook berbagai merek sesuai rincian terlampir. Harga-harga tersebut sudah termasuk pajak, pengiriman, dan pemasangan serta garansi hardware selama satu tahun sejak pemesanan. Demikian surat penunjukan ini kami sampaikan, atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. loading... [Soal dan Jawaban] Pengorganisasian Pesan Bisnis Reviewed by zuratochi on May 14, 2018 Rating 5
0% found this document useful 0 votes455 views12 pagesDescriptionWidiandika TriwibowoOriginal TitlePENGORGANISASIAN PESANCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes455 views12 pagesPengorganisasian PesanOriginal TitlePENGORGANISASIAN PESANJump to Page You are on page 1of 12 PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN BISNIS A. ARTI PENTING PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN Dalam suatu organisasi, pesan-pesan yang disampaikan oleh pemimpin kepada para bawahan, terkadang tidak terorganisasi dengan baik. Hal ini menyebabkan pesan-pesan yang disampaikan tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai dengan apayang dikehendaki. Dengan mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi, maupun praktis bagi audiens. Mengorganisasi pesan-pesan secara baik adalah suatu keharusan dan menjadi tantangan bagi komunikator. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengorganisasi pesan-pesan yang baik sebagai berikut 1. Subjek dan tujuan harus jelas. 2. Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan. 3. Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis. 4. Semua informasi yang penting harus sudah tercakup. Suatu pesan yang disusun dengan baik akan membantu bagi audiens terutama dalam hal-hal berikut ini 1. Memahami pesan yang disampaikan Dengan mengemukakan hal-hal penting secara jelas, menyusun ide-ide secara logis dan berurutan, dan memasukan semua informasi yang relevan dalam pesan, maka audiens akan lebih mudah dalam memahami maksud dan isi pesan. 2. Membantu audiens menerima pesan Pengorganisasian pesan-pesan yang baik disamping membantu audiend dalam memahami maksud pesan, juga membantu audiens untuk dapat menerima isi pesan tersebut. 3. Menghemat waktu audiens Apabila suatu pesan tidak terorganisasi dengan baik, penyampaiannya akan menghabiskan waktu audiens. Salah satu tujuan pengorganisasian pesan-pesan yang baik adalah penyampaian informasi atau ide-ide yang relevan saja. Dengan hanya menyampaikan informasi yang relevan, waktu audiens akan dapat dihemat. Disamping itu, audiens dapat dengan mudah mengikuti alur pemikiran pesan yang disampaikan, tanpa harus memeras otak dan mengerutkan dahi. 4. Mempermudah pekerjaan komunikator. Pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan menghemat waktu. Hal ini merupakan faktor yang penting dalam dunia bisnis, dimana penyelesaian pekerjaan berjalan dengan baik, cepat, dan mengetahui apa yang ingin disampaikan, dan menetahuo cara menyampaikannya, rasa percaya diri komunikator akan meningkat. Semakin tinggi rasa percaya diri komunikator, semakin cepat dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan. B. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PESAN-PESAN TAK TERORGANISIR a. Bertele-tele b. Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan c. Menyajikan ide-ide yang tidak logis d. Informasi penting kadangkala tidak tercakup dalam pembahasan C. PENTINGNYA PENGORGANISASIAN YANG BAIK . Pengorganisasian yang balk • Subjek dan tujuan harus jelas. • Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan. • Ide -ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis Apa sebenarnya manfaat pengorganisasian yang baik ? 1. Membantu audience memahami suatu pesan 2. Membantu audience menerima suatu pesan Menghemat waktu apabila pesan tidak terorganisir dengan baik. Penyampaiannya akan menghabiskan waktu audence Mempermudah pekerjaan komunikator pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan hemat waktu D. PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN MELALUI OUTLINE Untuk mencapai pengorganisasian pesan-pesan yang baik maka diperlukan suatu cara agar pesan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi setiap penggunanya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. Mendefinisikan dan Mengelompokkan Ide Memutuskan apa yang harus dikatakan adalah masalah mendasar bagi setiap komunikator yang harus dicari pemecahannya. Jika materi memang lemah, tidak memiliki suatu muatan yang menarik, maka akan mengaburkan fakta yang ada. Apabila penyusunan pesan yang panjang dan kompleks, maka outline sangat diperlukan dan menjadi penting artinya. Hal ini karena dengan adanya outline akan sangat membantu memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. Selain itu, outline juga membantu untuk mengkomunikasikan ide-ide dengan cara yang lebih sistematik, efisien dan efektif. Melalui perencanaan yang baik outline akan membantu mengekspresikan transisi antara ide-ide sehingga audiens akan memahami pola pikir komunikator. Susunan suatu outline secra garis besar dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, antara lain a. Memulai dengan Ide Pokok, akan sangat membantu dalam menetapkan tujuan dan strategi umum dari suatu pesan. Ide pokok dirangkum ke dalam dua hal yaitu keinginan terhadap audiens untuk melakukan dan memikirkannya, sebagai alasan yang mendasar bagi audiens mengapa harus melakukan dan memikirkannya. b. Menyatakan hal-hal pendukung yang penting, yang akan sangat berguna dalam mendukung ide-ide pokok. c. Membuat ilustrasi dengan bukti-bukti, semakin banyak bukti-bukti yang dapat disajikan, maka outline yang dibuat akan semakin baik. 2. Menentukan Urutan dengan Rencana Organisasional Setelah mengelompokkan ide-ide, langlah selanjutnya adalah menentukan urutan-urutan terhadap ide-ide tersebut aga selaras dengan rencana organisasional, melalui dua pendekatan yaitu Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.